Belajar Mengajar Berkarya


     Hidup ini pada dasarnya adalah belajar. Belajar tentang apa saja. Saya kuliah di universitas Alam Semesta. Banyak hal yang bisa saya pelajari dalam kehidupan ini. Belajar untuk bersabar, ikhlas, pasrah dan bersyukur atas semua yang dianugerahkan kepadaku. Aku belajar juga tentang agama, pendidikan, mendidik anak, berbakti terhadap orang tua, mengalah, dan masih banyak lagi. 
     Mengajar bukan hanya peran saya sebagai sorang guru yang tugasnya adalah mengajar. Terlebih dari itu, mengajar adalah menyampaikan apa yang telah diketahui kepada orang lain. Mengajar berarti memberi. Mengajar bisa memberi ilmu, pengalaman dan pengetahuan kepada orang lain.  Mengajar tidak hanya di dalam kelas. Mengajar bisa lewat tulisan di blog, buku dan lainnya.  Untungnya, saya adalah seorang guru sehingga saya bisa berbagi ilmu dan pengalaman kepada siswa dengan mudahnya.
     Berkarya adalah menghasilkan suatu karya. Dalam hidup ini, saya harus menghasilkan suatu karya. Karya tersebut bisa karya tulisan, karya inovasi, karya apa saja yang penting bermanfaat.  Saya mengatakan bahwa saya telah berkarya jika saya telah bisa berhasil mendidik anak-anak, baik anak sendiri maupun anak-anak di sekolah. Jika saya berhasil membimbing anak didik berprestasi, saya akan bangga sekali. Saya juga selalu menuliskan apa yang saya lakukan. Di waktu yang akan datang saya bercita-cita  menerbitkan sebuah buku sebagai wujud karya saya.
          Tiga hal itulah yang menjadi prinsip dalam hidup ini.

Making Students Love English and English Teacher To Improve Learning Outcomes




Abstract

English subject is an example of subjects that have a tendency to less favor by students. English contains material grammar, vocabulary and tenses are complex and difficult to memorize without practice. Departing from these facts, precise and accurate solution may be difficult to find. However, there are some important notes to keep us underline.
The expectations and desires of all teachers are to be liked by her students. Teacher who is loved by the students always waited their presence. If he is not coming in the class, students will try to find or ask. When the clock expired student still feels lcking to be taught, and so forth.
We believe that teachers have a lot to read, to know, how the solution so that students interested in a particular subject. However, we also understand, apply a multitude of solutions to problems in the theory of learning is not as easy as we imagine. That teachers face dynamic students that live and thrive in the midst of the development of increasingly sophisticated science. It might, knowledge of students over compared with the teacher, in the case of certain sciences.
Ideally, every student should be interested in all the subjects in school. At a certain level of education, the subjects have been arranged for various disciplines as listed in the curriculum structure. But the fact is not as ideal concepts that we want. There are students who are less or even not interested in a particular subject. The reason is quite diverse, as the lesson is hard to understand, a lot of formulas, many calculations, a lot of memorization, and many others. Not impossible that the cause of the lack of student interest in a particular subject, starting from the factors subject teachers administer these subjects.
Being a teacher who also preferred doesn’t mean to obey all the students want or desire. If the teacher wishes to obey all students may actually make out the objectives and activities of the learning process. Then how to become a teacher who is loved by his students? My presentation will talk about how to be favorite teacher.
   Educate or teach is not only regarded as a job or profession, more than that also interpreted as devotion and worship. My description can be used to know whether or not one is favored teacher.
Teachers should also conducting teaching and learning more meaningful. At the end of each school year, should seek input from students, according to what we as a shortage of teachers and what they want.


Key words: Making Students Love English, Love English Teacher,
      Improve Learning Outcomes

Esai deskripsi diri Tentang Saya


1. LATAR BELAKANG

Bagi saya, mengajar adalah hobi. Saya sangat menikmati kegiatan belajar mengajar. Setiap hari saya selalu berpikir bagaimana saya bisa menyampaikan materi tertentu dengan menarik dan inovatif.  Jadi, menjadi guru bukan hanya sebagai pekerjaan namun juga kesenangan bagi saya. Saya berprinsip menjadi guru yang bisa mengantarkan siswa meraih prestasi. Maka saya sendiri juga harus berprestasi.
Pada tahun 2008, saya mendapatkan kesempatan yang sangat istimewa dan berharga dalam hidup  saya. Pada tahun itu saya terpanggil menjadi finalis Lomba Keberhasilan Guru tingkat Nasional di Jakarta. Namun bukan hal tersebut yang istimewa.  Saya bertemu langsung dengan seorang guru inspiratif yang  saat itu diperankan menjadi tokoh utama dalam sebuah film “Laskar Pelangi”.  Ya, ibu Muslimah atau dipanggil bu Mus. Beliau diundang untuk menyaksikan pemutaran film Laskar Pelangi dan mendapatkan penghargaan Satya Lencana dari Presiden. Saya dan semua finalis Lomba Keberhasilan Guru beruntung sekali bisa “nonton bareng”  dengan beliau. Kebetulan Bu Mus juga diinapkan pada hotel yang sama dengan kami para finalis. Kami berebut untuk bisa berfoto dengan beliau. Saya pun bisa berfoto dengan beliau.
Tidak hanya itu, saya sempat bertanya kepada bu Mus, “Apa pesan bu Mus kepada kami semua para guru ini?”. Jawaban bu Mus cukup singkat namun justru kata-katanya melekat di dalam ingatan saya. “Ibu masih ingatkan guru-gurunya waktu masih sekolah di SD?” Ucap bu Mus balik bertanya. Kami semua menjawab masih ingat. Lalu bu Mus berkata, “Guru itu akan dikenang siswanya sepanjang masa. Maka jadilah guru yang mengesankan bagi siswa  Kata-kata bu Mus itu langsung menancap dalam memori jangka panjang saya. Bahkan kini menjadi tekadku untuk bisa menjadi guru seperti yang dikatakan bu Mus.
Pada tahun2015 ini, saya mendapatkan tawaran dari kepala sekolah untuk mengikuti seleksi guru berprestasi.  Sebenarnya saya merasa masih kurang layak untuk itu. Namun setelah saya pertimbangkan bahwa kesempatan yang bagus seharusnya tidak ditolak, maka saya memberanikan diri untuk mengikuti kompetisi guru yang berjenjang dan bergengsi ini.  Sekali lagi karena saya harus menginspirasi siswa saya agar memiliki jiwa kompetitif dan berdaya saing tinggi. Saya pribadi sering memotivasi anak didik saya untuk mengikuti setiap kompetisi yang ada. Jika saya sendiri tidak siap untuk berkompetisi berarti saya hanya bisa menyuruh siswa saja tanpa membuktikan diri.
Hal itulah salah satu motivasi saya untuk mengikuti seleksi guru berprestasi. Pertama, saya ingin menjadi seorang guru yang menginspirasi siswa. Saya telah bertekad untuk menjadi guru yang mengesankan dan juga menginspirasi bagi siswa saya. Menjadi guru bagi saya adalah sebuah profesi yang sangat agung. Guru yang hebat bisa melahirkan seorang siswa yang berprestasi dan sukses. Bagi saya, guru harus bisa membuat anak didik bermimpi besar. Guru tidak hanya mengajari anak  supaya bisa memperoleh ilmu pengetahuan saja. Guru harus mengajar dan mendidik siswa  sehingga berkualitas tinggi, berakhlak mulia, serta berdaya saing tinggi.
Guru adalah seorang model. Setiap hari, guru dilihat siswanya dari ujung kaki sampai ujung kepala. Siswa melihat gaya guru bicara, berjalan, duduk, berdiri dan bertingkah laku. Dalam hal inilah,  guru harus mengesankan bagi siswanya. Siswa juga  akan terpengaruh dengan pola pikir seorang guru. Bagaimana guru berpikir dan menyelesaikan permasalahan, akan berpengaruh pada pola pikir siswanya.  
 Apa saja yang dilakukan guru akan menjadi model dan tauladan bagi siswa.  Guru yang menjadi model yang baik dan diteladani oleh siswanya adalah guru hebat. Maka itulah sebenarnya “pahala” seorang guru yang tidak disadari akan menjadi bekal di akherat yaitu ilmu yang bermanfaat. Oleh karenanya, guru harus menjadi model yang baik.
Guru berbeda dengan pabrik yang memproduksi barang. Guru menangani barang hidup. Oleh karena itu,  harus berhati-hati dalam menjalankan tugas mulia ini. Jika salah dalam mendidik, maka akan salah pula nanti produk pendidikan yang dihasilkan.  Sekali lagi, guru adalah pencetak manusia  bukan barang. Jadi,  mengajar siswa harus dengan hati, butuh kerja keras dan kesabaran ekstra.
Alasan kedua  adalah saya ingin mengukur diri. Dengan mengikuti kegiatan guru berprestasi saya akan mengukur sejauh mana kemampuan diri saya sebagai seorang guru, apakah sudah memiliki kompetensi yang mampu diandalkan sehingga mampu membimbing, mendidik dan membina anak didik menjadi siswa yang  juara, berkualitas dan berakhlak mulia. Penting juga untuk dapat menjadi pencerah dan motivasi bagi guru-guru lainnya. Selain itu, dengan mengikuti kegiatan seleksi guru berprestasi, saya akan melihat kemampuan-kemampuan guru peserta lainnya, tentunya ini akan sangat bermanfaat karena akan memberikan pencerahan baru yang akan bernilai positif terhadap pengembangan diri dan karier saya sebagai seorang guru. Mungkin karier tertinggi menjadi seorang guru adalah menjadi guru berprestasi.  Itulah latar belakang saya mengikuti seleksi guru berprestasi.

2. Prestasi Yang Layak  Menjadikan Saya Guru Berprestasi

Keberhasilan adalah dambaan dan impian setiap orang. Kata keberhasilan identik dengan kata prestasi. Setiap manusia apapun profesinya tentu akan mempunyai keinginan untuk berprestasi. Seseorang akan dikatakan memperoleh prestasi apabila bisa memenuhi standar yang ditentukan pada kriteria tertentu. Oleh karena dengan berprestasi seseorang akan dapat menilai apakah dirinya sudah teruji atau belum.
Prestasi adalah hasil yang dicapai oleh seseorang setelah menyelesaikan usaha atau pekerjaan. Penulis  berusaha  menjabarkan beberapa prestasi yang telah diraih selama menjadi tenaga pendidik. Menurut penulis, guru akan teruji apabila guru yang bersangkutan telah memperoleh prestasi dan juga berhasil melahirkan anak didik yang juga berprestasi.
            Bagi seorang guru, memiliki kemampuan akademik sesuai dengan bidangnya adalah harga mati. Guru harus menguasai bidang yang diajarkannya.  Untuk itu, saya berjuang untuk menempuh pendidikan yang linier dengan bidang studi yang saya ajarkan yaitu pendidikan bahasa Inggris. Saya kuliah S2 di Universitas Sebelas Maret (UNS)  untuk memperdalam keilmuan saya. Saya berharap saya mempunyai modal keilmuan yang mumpuni untuk mengantarkan anak didik saya menguasai bahasa Inggris.
Selain senang pada bahasa Inggris, saya juga senang pada tulis menulis. Sejak di bangku kuliah, saya telah bergabung dengen redaksi tabloid kampus. Dari situ saya banyak belajar tentang dunia tulis menulis dan jurnalistik.
Begitu lulus S-1, saya langsung diterima bekerja di SMA BAKTI Ponorogo , tentu saja setelah diseleksi terlebih dahulu. Di SMA BAKTI,  bertemulah saya dengan penulis handal yaitu pak Sutedjo.  Bergumul dengan beliau, membuat kesukaan menulis saya terasa dipupuk. Saya melihat pak Tejo kala itu sering mendapatkan kejuaraan menulis. Saya pun ingin seperti beliau. Kata orang, jika kita bergaul dengan perokok, kita juga akan berbau rokok. Jika kita bergaul dengan penjual minyak wangi, kita akan ikut wangi. Nah, saya harap saya nantinya bisa terkena dampak dari “Minyak Wangi” pak Tejo sehingga saya bisa berprestasi seperti beliau. Pak Sutejo adalah guru dan inspirasi saya.

Berikut ini adalah catatan ajang kompetisi  bidang akademik yang pernah saya ikuti selama  menjadi guru.
Lomba dan karya akademik
NO
NAMA LOMBA/
KEJUARAAN


WAKTU

TINGKAT
PENYELENGGARA
1
Lomba Karya Tulis Peningkatan Keimanan dan Ketaqwaan (Imtaq) Tingkat Nasional
Oktober 2002
Nasional
Depdiknas Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah
2
Simposium Nasional Inovasi Pembelajaran dan inovasi Pengelolaan Sekolah Ke-2
4-7 Oktober 2004
Nasional
Depdiknas Dirjen Manageman Pendidikan Dasar dan Menengah Dirjen Menengah Umum
3
Lomba Menulis Cerita Pendek (LMCP)
Oktober  2004
Nasional
Depdiknas Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Bagian Proyek Peningkatan Perpustakaan Sekolah dan  Pelajaran Sastra
4
Simposium Nasional Inovasi Pembelajaran dan Penggelolaan Sekolah Ke-3
17-20 Oktober 2005
Nasional
Depdiknas Dirjen Manageman Pendidikan Dasar dan Menengah Dirjen Menengah Umum
5
Lomba Karya Tulis Peningkatan Imtaq Siswa (Integrasi Imtaq-Iptek) Bagi Guru Tingkat Nasional
Desember 2005
Nasional
Depdiknas Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah
6
Finalis Lomba Kreatifitas Ilmiah Guru Tahun 2006 Tingkat SMA/SMK Bidang IPSK
11 September 2006
Nasional
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
7
Lomba Menulis Cerita Pendek (LMCP)
September 2006
Nasional
Depdiknas Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah

8
Pemilihan Guru Berprestasi Tahun 2007 Tingkat Kabupaten Ponorogo

21 Juni 2007
Kabupaten
Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo
9
Lomba Karya Tulis Peningkatan Imtaq Siswa (Integrasi Imtaq-Iptek) Bagi Guru Tingkat Nasional Thun 2007
 Desember 2007
Nasional
Depdiknas Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah
10
Lomba Menulis Cerita Pendek (LMCP)
Desember 2007
Nasional
Depdiknas Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah
11
Pemenang ke 10 Lomba Mengulas Karya Sastra (LMKS)
18 Juni-13 Desember 2007
Nasional
Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas
12
Lomba  Menulis Cerita Pendek (LMCP)
17 Maret- 16 Agustus 2008
Nasional
Depdiknas Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah
13
Finalis Lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran Tingkat Nasional Tahun 2008
1 Desember 2008
Nasional
Dirjen Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Depdiknas
14
Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Tingkat Regional (Jawa Timur) Tahun 2009
20 April 2009
Jawa Timur
Redaksi Majalah “MEDIA” Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur
15
Sayembara Penulisan Naskah Bacaan Siswa SD Kelas Rendah Tahun 2009
Oktober 2009
Nasional
Departemen Pendidikan Nasional Direktur Pembinaan TK dan SD Dirjen Manajemen Pendidikan  Dasar
16
Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan Tahun 2009
17 Nopember 2009
Nasional
Pusat Perbukuan
17
Lomba Menulis Cerita Pendek (LMCP)
 29 Maret – 29 Oktober 2010
Nasional
Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas
18
Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Tingkat Regional (Jawa Timur) Tahun 2011
2 Mei 2011
Jawa Timur
Redaksi Majalah “MEDIA” Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur
19
Lomba Menulis Cerpen Majalah Dinamika Guru PGRI
Oktober 2011
Kabupaten
Majalah Dinamika Guru PGRI Kabupaten Ponorogo
20
Lomba Menulis Artikel  Majalah Dinamika Guru PGRI
Oktober 2011
Kabupaten
Majalah Dinamika Guru PGRI Kabupaten Ponorogo
21
Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan Tahun 2011
Oktober 2011
Nasional
Pusat Kurikulum dan Perbukuan
22
Finalis Lomba Kreativitas Ilmiah Guru LKIG Ke-20 Tingkat SMA Bidang IPSK
25 September 2012
Nasional
Bumi Putera
23
Finalis Lomba Kreativitas Ilmiah Guru (LKIG) Ke-20 Tingkat SMA Bidang IPSK
26 September 2012
Nasional
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
24
Sayrmbara Penulisan Naskah Buku Pengayaan Tahun 2013
November 2013
Nasional
Pusat Kurikulum dan Perbukuan
25
Sepuluh Besar Lomba Menulis Artikel Majalah Dinamika Guru PGRI
 Desember 2013
Kabupaten
PGRI Kabupaten Ponorogo Majalah Dinamika Guru
26
Juara harapan 1 Lomba Menulis Artikel Majalah Dinamika Guru PGRI
Desember 2013
Kabupaten
PGRI Kabupaten Ponorogo Majalah Dinamika Guru
27
Peringkat 2 Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris Jenjang SMA/SMK
23-27 Juni 2014
Kabupaten
Kemendikbud Pusbangprodik Bidang Otomotif dan Elektronoka Malang
28
Review dan Deseminasi Hasil Penulisan Best Practice Guru
Oktober 2014
Nasional
Kemendikbud Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah
29
Finalis Lomba Kreativitas Guru Tingkat Nasional Tahun 2014
24-28 Nopember 2014
Nasional
Kemendikbud Pusbangprodik
30
Juara 3 Lomba Kreativitas Guru Tingkat Nasional Tahun 2014  Jenjang SMA/SMK Kelompok Non Sains
24-28 Nopember 2014
Nasional
Kemendikbud Pusbangprodik

Bagi saya guru dikatakan berprestasi apabila bisa mengantarkan anak didik meraih prestasi. Oleh karenanya, saya membimbing anak didik saya pada ajang kompetisi siswa baik dalam bidang bahasa Inggris maupun bidang kepenulisan. Dalam pembimbingan, pasti kadang berhasil meraih juara kadang juga tidak. Itu sudah hal yang biasa bagi saya. Saya selalu mengatakan kepada anak didik saya “seorang pemenang bukan berarti tidak pernah kalah dan terjatuh namun dia segera bangkit dan berkarya lagi.”  Berikut ini daftar hasil bimbingan  siswa sampai mendapatkan penghargaan baik tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional.


NO

NAMA KEJUARAAN


TINGKAT
TEMPAT DAN
WAKTU

1
Juara 3  Lomba Cipta Cerpen
Eks Karisidenan Madiun
STKIP PGRI Ponorogo
24 April – 9 Mei 2006
2
Juara 2  Lomba Karya Ilmiah
Nasional
Jakarta
14 Agustus 2006
3
Juara 10 Besar Lomba Karya Tulis Lingkungan Hidup Tahun 2006 Tingkat SMA/MA
Nasional
Jakarta
21 September 2006
4
Juara Harapan 1 Lomba Karya Ilmiah Remaja Tingkat SMA Se-Jawa
Se-Jawa
Universitas Ahmad Dahlan
17 Maret 2007
5
Tim Mading Terbaik
Kabupaten
Gedung Padepokan Reog Ponorogo
13 Februari 2008
6
Juara 3 DJ Challenge Romansa 2008
Kabupaten
Radio Romansa FM
9 Februari 2008
7
Juara 2 Lomba Inovasi Pangan Tingkat SMA Se- Jawa Timur
Jawa Timur
Universitas Negeri Jember
25-26 Maret 2008
8
Juara Harapan 2 English Challenge 2010
Karisidenan Madiun
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
27 Februari 2010
9
Juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah (L-KTI) Tingkat SMA Se- Jawa Timur
Jawa Timur
Universitas Brawijaya
19 Maret 2011
10
Juara 3 Sayembara Cipta Karya Puisi
Karisidenan Madiun
STKIP Ponorogo
3 Juni – 1 September 2013
11
Nilai Tertinggi Kategori Juara Transfer Berita Pendek
Kabupaten
10 Maret 2013
12
Top Ten Lomba Karya Tulis Ilmiah EPW
Nasional
ITS Surabaya
6-7 Februari 2014
13
Juara Harapan 1 Lomba Bahasa Inggris Bagi Siswa
Kabupaten
STAIN Ponorogo

2-3 April 2014
14
Juara Harapan 1 Lomba Bahasa Inggris Bagi Siswa
Kabupaten
STAIN Ponorogo
2-3 April 2014
15
Juara 1 Lomba Cipta Cerpen
Kabupaten
STKIP Ponorogo
25 Mei 2014
16
Juara 2 Lomba Cipta Cerpen
Kabupaten
STKIP Ponorogo
25 Mei 2014
17
10 Besar Lomba Cipta Cerpen
Kabupaten
STKIP Ponorogo 25 Mei 2014
18
Juara 1 Lomba Menulis Artikel
Kabupaten
25 Mei 2014
19
Top ten Indonesia Social Innovation Relay Competition 2014
Nasional
 Juli 2014
20
Juara 10 Besar Young Scientist Innovations for Indonesia 2025
Nasional
Universitas Negeri Malang
4 September-4 Oktober 2014
21
Juara 2 Lomba Esai Tingkat Nasional Kategori Pelajar
Nasional
UGM
3-23 November 2014
22
Kontributor Penulis Buku Kumpulan Puisi
Nasional
Bandung
12 Januari 2015
23
Juara 3 Story Telling Competition
Karisidenan Madiun
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
28 Februari 2015
24
Naskah terbaik 1 Dalam event “Menggapai Impian Setinggi Langit” yang diadakan oleh Penerbit Aria Mandiri
Nasional
Bandung,
15 Januari 2015
25
Naskah terbaik 3 Dalam event “Menggapai Impian Setinggi Langit” yang diadakan oleh Penerbit Aria Mandiri

Nasional
Bandung,
15 Januari 2015

Selain membimbing  anak, saya sendiri sebagai seorang guru harus berkarya. Oleh karena itu saya juga produktif dalam menulis. Saya menulis baik  buku, modul maupaun  artikel. Ada buku yang telah diterbitkan dan ada pula yang belum. Untuk buku yang belum  diterbitkan, saya menaruh buku saya pada perpustakaan karena dengan demikian banyak yang akan membaca  sehingga bisa memberi manfaat bagi orang lain. Agar banyak orang membaca tulisan saya, saya juga menulis pada blog dan juga mengirimkan tulisan saya pada media massa. Berikut ini adalah karya yang berupa karya tulis.
Karya Tulis
NO
JUDUL
JENIS
PENERBIT
TAHUN

1.
English Guide to English Conversation  Book 1
Modul
Personal Press
2001
2.
Engglish Guide to English Conversation Book 2
Modul
Personal Press
2001
3.
Engglish Guide to English Conversation Book 1
Modul
Personal Press
2002
4.
Engglish Guide to English Conversation
Book 2
Modul
Personal Press
2002
5
Puasa dan Kontrol Diri
Artikel
Radar Madiun No. 177 Tahun IV, 21-27 Oktober
2001
6
Peran Ganda Wanita Dalam Sebuah Dilema
Artikel
Ponorogo Pos. No. 106 Tahun II, 18-24 April 2003
2003
7
Kartini Abad 21
Artikel
Ponorogo Pos. No. 105 Tahun II, 11-17 April
2003
8
Tombo Ati Guru GTT
Artikel
Ponorogo Pos
2004
9
Membudayakan Sikap Ilmiah
Artikel
Bakti News
2005
10
Belajar Menulis Dari Sutedjo
Artikel
Ponorogo Pos. No. 323 Tahun VII, 22 Nopember-6 Desember 2007
2007
11
Disiplin dan Upaya Meningkatkan Semangat Belajar
Artikel Opini
Bakti News
2007
12
Sampah Bulan Desember; Sisi Lain Jakarta Dulu, Kini dan Esok
Ulasan Karya Sastra
Depdiknas
2008
13
Muara Keberhasilan Belajar
Artikel
Bakti News
2008
14
Funny English Expressuins
Artikel
Bakti News
2008
15
Meraih Cita-cita, Bagai Kepompong Menjadi Kupu-kupu
Artikel
Bakti News
2009
16
Menciptakan English Speaking Community
Artikel Pendidikan
Media Jatim, No. 02/Th XXXIX/April 2009
2009
17
Bumi Reog
Buku Non Fiksi
SMAN 1 Badegan
2011
18
Tanamkan Kebiasaan dan Anda Akan Menuai Karakter
Buku Non Fiksi
SMA Badegan
2012
19
Let’s Learn English, an English Course for Senior High School Studentss Year X
Modul
Personal Press
2014
20
Kampungjuara.blogspot.com

Blog
website
2007
            Selain karya tulis yang berupa karya non fiksi, saya juga menulis karya sastra berupa puisi, cerpen, cerita bergambar dan juga novel. Berikut adalah karya sastra saya.
Karya Sastra
NO
NAMA KARYA SENI
TAHUN
DESKRIPSI

1.
Sastra/ Cerpen dengan judul “Lelaki Buaya, Busyet”
2005
Cerpen ini mengisahkan seorang TKW yang mencari nafkah di Luar Negeri namun suaminya selingkuh dengan wanita lain.
2.
Sastra/ Cerpen dengan judul “Beringin” Bagian 1
2006
Cerpen telah dimuat pada Ponorogo Pos No.250 Tahun V, 04-10 Mei 2006.

3.
Sastra/Cerpen dengan judul
“Beringin”   Bagian 2
2006
Cerpen telah dimuat pada Ponorogo Pos No. 251 Tahun V, 11-17 Mei 2006.
4.
Sastra/ Cerpen dengan judul “Dawet Jabung Sumini”
2007
Cerpen telah dimuat pada Ponorogo Pos No. 32 Tahun VII, 08-14 Nopember 2007.
5.
Sastra/Puisi dengan judul “Induk Burung”
2008
Puisi telah dimuat pada Majalah Media Jawa Timur edisi No.09/Th.XXXVIII/Nopember 2008.
6
Sastra/ Novel “Menjemput Air Kehidupan”
2008
Novel anak ini mengisahkan keadaan masyarakat di desa Tosari pada musim kemarau.         
7
Sastra/Puisi dengan judul “Negeriku”
2008
Puisi telah dimuat pada Majalah Media Jawa Timur edisi No.09/Th.XXXVIII/Nopember 2008.
8
Sastra/ puisi dengan judul “Tanya”
2008
Puisi telah dimuat pada Bakti News Edisi 4 Tahun 2008.
9
Sastra/Cerpen dengan judul “Sebingkai Foto”
2009
Cerpen telah dimuat pada Tabloid Ponorogo Pos.
10
Sastra/ puisi dengan judul “Mengapa Kita Harus Berpikir?”
2009
Puisi telah dimuat pada majalah Media Jawa Timur pada edisi No. 03/Th.XXXIX/Mei 2009. 
11
Sastra/Cergam dengan judul “Berkah Kesabaran Ulat”
2009
Cergan ini berisi tentang kisah kesabaran ulat.
12
Sastra/Cerpen dengan judul “HaPe”
2010
Cerpen telah dimuat pada Majalah Media Edisi No. 09/Th.XL/Nopember 2010.
13
Sastra/ Puisi dengan judul “The Morning Sun”
2010
Puisi telah dimuat pada majalah Dinamika Guru Vol 4/Nopember 2010.
14
Sastra/puisi dengan judul “My Dream”
2010
Puisi telah dimuat pada majalah Dinamika Guru Vol 4/Nopember 2010
15
Sastra/ Cerpen dengan judul “Ruang 013”
2011
Cerpen ini mengisahkan sisi lain Ujian Nasional yang terjadi di sebuah sekolah sangat jauh dari fasilitas.
16
Sastra/Kumpulan Cerpen  “Catatan Harian Seorang Guru BK”
2011
       Cerita-cerita yang ada dalam buku ini merupakan hasil pengalaman penulis selama sepuluh tahun menjadi guru, wali kelas dan pembantu guru BK.

17
Sastra/ Kumpulan Cerpen “Anak Pemecah Batu”
2013
    Pada dasarnya, kumpulan cerpen ini terdiri dari tiga bagian yaitu kisah anak-anak di  daerah pedesaan pada era 1900an dan anak-anak era 2000an dengan segala keterbatasannya

18
Sastra/Cerpen“Tidak serapuh Batu Kali”
2013
Cerpen telah dimuat pada Majalah Dinamika Guru Vol.7/No.1/ Juli 2013. 
            Pastinya saya akan terus berkarya agar hidup saya bermakna.

3. Prestasi Dalam Keluarga Dan Masyarakat
A.    Prestasi dalam Keluarga
Keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan prestasi seseorang dan juga akan menentukan masa depan anak-anaknya. Orang tua yang ingin membentuk anak-anak yang sukses memang tak boleh egois. Sikap menunt anak berprestasi namun mereka sendiri tak mau berkorban akan menimbulkan sikap apatis pada seorang anak.
Dalam mendidik anak, saya dan suami sepakat untuk mengembangkan potensi anak sejak dini. Saya memiliki dua anak. Pertama Fahri Ahmad Fadhilah (12 tahun) dan kedua Azka Farhanta (7 tahun).  Saya bersyukur karena tahu tentang multiple inteligency. Setiap anak mempunyai kecerdasan sendiri-sendiri. Anak saya yang besar berbakat dalam bidang seni lukis, menari dan berwirausaha. Anak saya yang kecil berbakat dalam bidang komunikasi.    Saya dan suami sangat kompak dalam mendidik anak-anak. Kami berpikir bahwa anak adalah investasi dunia akherat.   Selama ini anak-anak telah meraih beberapa prestasi seperti juara melukis, juara tari pujangganong, juara renang, juara anak berbakat dan dimuat gambar dan tulisannya di media massa. Saya akan terus menemani, mengarahkan anak-anak untuk meraih masa depan dan meraih cita-citanya. Semoga. Amiin.
Di dalam keluarga, saya berperan sebagai pendamping suami yang juga mendukung karier suami. Suami saya sebagai seorang PNS menuntut saya aktif dalam berbagai kegiatan seperti Dharmawanita dan PKK.  Saya aktif  dimanapun instansi suami saya bekerja yaitu di kecamatan dan kini di kelurahan. Ada pepatah yang mengatakan bahwa,”dibalik kesuksesan seorang suami, ada istri hebat dibelakangnya”. Maka, saya berusaha agar menhadi istri yang hebat agar suami saya sukses.

B.     Prestasi Dalam Masyarakat
Guru harus melakukan pengabdian  pada masyarakat yang luas. Harus ada  jiwa pengabdian untuk bisa berbuat dalam kemasyarakatan. Dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, saya aktif  dalam kegiatan mulai tingkat RT, RW, kelurahan dan kecamatan. Berikut ini ini adalah daftar oraganisasi yang saya ikuti:

Pengalaman Organisasi
       
NO.
NAMA ORGANISASI
TAHUN
JABATAN
TINGKAT
1
Tim Penggerak PKK Kecamatan Ponorogo
2003-2008
Anggota Pokja II
Kecamatan
2
Tim Penggerak PKK Kecamatan Ponorogo
2005-2010
Sekretaris Pokja II
Kecamatan
3
Aisyah Cabang Ranting Brotonegaran
2010-2015
Bidang Pendidikan
Kelurahan
4
Perhimpunan Donor Darah Indonesia
2013-2018
Bendahara
Sekolah
5
PKK Kelurahan Paju
2013-sekarang
Pengurus
Kelurahan


Sosok professional guru ditunjukkan melalui tanggung jawabnya dalam melaksanakan seluruh pengabdiannya. Guru profesional hendaknya mampu memikul dan melaksanakan tanggung jawab sebagai guru kepada peserta didik, orang tua, masyarakat, bangsa, negara, dan agamanya. Guru dituntut mencari tahu terus-menerus bagaimana seharusnya peserta didik itu belajar. Maka, apabila ada kegagalan peserta didik, guru terpanggil untuk menemukan penyebabnya dan mencari jalan keluar bersama peserta didik.
Guru bukanlah sekedar pekerjaan, guru adalah lebih dari sebuah pengabdian. Pengabdian kepada Allah SWT, pengabdian kepada masyarakat, pengabdian kepada siswa, yang membutuhkan bantuan dalam menggapai beragam ilmu pengetahuan.
Pengabdian kepada masyarakat sebagai warga negara selalu ingin berperan aktif dalam upaya mencerdaskan anak bangsa dan kehidupan bangsa. Kalau dulu para pahlawan berjuang dengan mengangkat senjata, sekarang dalam mengisi kemerdekaan, para guru berjuang mengangkat pena demi mengangkat derajat dan martabat generasi penerus bangsa agar tidak tertinggal oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Agar dapat bersaing dalam perputaran roda kehidupan di jaman yang terus maju ini.
Guru sebagai tenaga pendidikan memiliki peran penting dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat tersebut. Untuk itulah guru dituntut memiliki pengabdian yang tinggi kepada masyarakat khususnya dalam membelajarkan anak didik. Bekerja atas panggilan hati nurani. Dalam melaksanakan tugas pengabdian pada masyarakat hendaknya didasari atas dorongan atau panggilan hati nurani. Sehingga guru akan merasa senang dalam melaksanakan tugas berat mencerdaskan anak didik.
Guru harus serba bisa. Guru di mata masyarakat masih dipandang sebagai orang yang serba bisa dan siap pakai. Sehingga setiap kepengurusan dalam organisasi guru selalu ada di dalamnya.

4. Harapan dan Rencana Kegiatan Yang Akan Datang
A. Harapan
Menjadi  guru adalah pengabdian, menjadi guru berprestasi adalah kebanggaan.  Saya ingin mengabdi menjadi guru yang  benar-benar mengabdi dengan penuh ketulusan, keikhlasan, kejujuran, penuh inovasi, pengorbanan waktu, tenaga maupun materi, untuk mencerdaskan, membimbing, mendidik jiwa-jiwa muda generasi penerus bangsa.
Selain itu, saya juga ingin menjadi guru yang profesional yang  sebenar-benarnya, berprestasi, terus mengantarkan anak didik berprestasi, melakukan hobi setiap hari karena mengajar adalah hobi, inspiratif bagi anak didik  dan  berdayaguna dalam keluarga, sekolah, masyarakat.

B.        Rencana kegiatan yang akan datang
Untuk mewujudkan harapan saya yang akan datang,  rencana kegiatan yang akan saya lakukan adalah sebagai berikut:
1.            Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan prestasi yang diharapkan agar mampu meningkatkan mutu pendidikan.
2.            Meningkatkan kreativitas dan inovasi
3.            Meningkatkan efektivitas pengelolaan kelas.
4.            Meningkatkan karya inovatif guru dalam pengelolaan kelas.
5.            Meningkatkan kedekatan dan keakraban guru dengan siswa, sebagai jembatan pengembangan pengabdian masyarakat, melalui kelompok belajar siswa, juga ekstrakurikuler.


5. PENUTUP
A.      Kesimpulan
Guru harus inspiratif dan kompetitif. Guru adalah cermin keteladan bagi anak didiknya, maka segala bentuk prestasi, kelebihan, kemampuan, kecerdasan, kebijaksanaan, kasih sayang, dan segala bentuk pemahaman kepada anak didik dengan penuh ketulusan dan kerendahan hati. Guru harus berpikir tentang hal-hal yang berkaitan dengan masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari, yang terpenting adalah bagaimana seorang guru harus berpikir secara mandiri, kreatif, inovatif dan berkualitas.
Guru adalah orang yang dianggap serba bisa karena itu guru harus terampil dan cakap dalam segala hal. Guru harus berperan penting dalam segala bidang kehidupan. Guru adalah model bagi anak didik maka harus menjadi teladan.
B.       Saran
                        Saya menyarankan pada semua orang untuk memberikan masukan dan kritik yang membangun bagi saya. Saya tidak mempunyai kelebihan lain kecuali tiga hal. Pertama, saya mau belajar. Kedua, saya mau berubah. Ketiga, saya mau berusaha.

****